Tom, Laki-Laki yang Patah Hati








Photo: www.m5x.eu





Kita lebih sering mendengar
kisah
perempuan yang tersakiti perasaan oleh seorang laki-laki, namun bagaimana jika berbalik justru laki-laki yang
tersakiti oleh perempuan. Kisah cinta yang diterima, sebanding dengan kisah cinta
yang ditolak, rupanya hal ini yang dialami oleh seorang penulis script film Scott Neustadter, yang
kemudian mengkisahkan percintaan gagalnya, penuh perasaan dan berpuncak pada
patah hati. Kisah cinta ini dirangkum dalam sebuah film berjudul
(500) Days of Summer  yang di produksi oleh Fox Searchlight Pictures tahun 2009 di Amerika.
 



Sang penulis script rupanya ingin mengabadikan sebuah kisah yang
privat untuk dijadikan film. Memang beberapa kisah cinta di dunia ini selalu
ingin diabadikan dalam berbagai bentuk karya sebagai apresiasi terhadap cinta,
walau itu terasa pahit. Sayang dengan agak sinis
film ini dimulai dengan catatan penulis: "setiap kemiripan dengan orang baik hidup atau mati adalah
murni kebetulan
, terutama Anda, Jenny Beckman ... bit**h”. Dari catatan itu mengindikasikan bahwa sang penulis memang masih
menyimpan trauma yang mendalam terhadap perempuan yang tampaknya telah melukai
perasaannya, kebencian yang dipeliharanya.


 


Film ini disajikan dengan panduan narasi non linier, yaitu dari hari ke hari yang loncat tidak runtut dalam rentang waktu 500 hari kisah hubungan antara Tom dan Summer, yang penuh kenangan, diperankan oleh aktor Joseph Gordon-Levitt (Tom Hansen) dan
artis Zooey Deschanel (Summer Finn) sebagai dua tokoh sentral dalam kisah film ini. Tom adalah seorang laki-laki yang percaya bahwa setiap manusia terlahir berpasangan, dengan keyakinan seseorang pasti akan menemukan pasangannya dan akan menjalani kehidupan ini bersama. Namun berbeda dengan karakter Summer yang  justru tidak percaya dengan adanya cinta sejati, Summer sama sekali tak percaya pada laki-laki atau hubungan percintaan. Mereka kemudian dipertemukan, maka
yang terjadi adalah sebuah kisah semi romantis yang berakhir kepedihan bagi Tom,
bahwa apa yang diharapkan tidak sebagaimana realitas yang dihadapi.














Bermula tanggal 8 Januari, Tom Hansen bertemu dengan Summer Finn yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan kartu ucapan di Los Angeles. Mereka menjalin hubungan yang unik yang mana Tom menganggap mereka telah
berpacaran, sedangkan menurut Summer mereka hanya menjalin pertemanan saja.
Mereka rupanya harus mendefenisikan apa itu relationship
dari prespektif masing-masing,
karena perbedaan prinsip inilah akhirnya mereka memutuskan
untuk berpisah. Dampak besar dialami oleh Tom sebagai orang yang percaya bahwa Summer
adalah takdir satu-satunya yang kemudian menjadi patah hati dan kehilangan
arah, bingung, sangat emosional dan mengalami depresi berat, hingga Tom harus
mengundurkan diri dari kantor tempat ia bekerja. Disinilah terlihat bagiamana kekuatan perempuan yang dapat menghancurkan hati seorang laki-laki.





Seperti juga yang dikisahkan dalam film ini, seorang teman pernah menyarankan Tom untuk menulis buku karena melihat kegalauan yang dihadapi Tom. Temannya mengutip pendapat Henry Miller (1891-1980) seorang penulis Amerika, cara terbaik untuk melupakan perempuan adalah dengan menjadikannya sebagai
karya sastera. Mungkin benar adanya karena kita bisa mengalihkan emosi
sentimental ke dalam bentuk tulisan, dengan menghabiskan waktu menulis sembari menghadapi proses transisi perasaan yang
tersakiti oleh kekasih atau apapun namanya selain
kekasih.







 Photo: www.soapmotion.com







 Photo: smoanwnet.deviantart.com







Akhir klimaks dari kisah ini ketika pada
hari
ke-488,
Summer
yang
sudah menikah dengan orang lain
bertemu dengan Tom di tempat favoritnya di kota (Angelus
Plaza)
dan
memang selalu ada tempat yang menyimpan kenangan bagi setiap pasangan baik itu
berkasih atau berteman.
Dalam kesempatan itu Tom menyatakan
kurangnya pemahaman terhadap tindakan
Summer. Lalu Summer menjelaskan bahwa ia baru mengakui
tentang adanya cinta sejati dan
yang dia ditemukan pada orang lain, bukan Tom. Bahwa ada semacam takdir lain untuk seseorang
menemukan kekasihnya. Mereka akhirnya berpisah dengan saling berharap kebaikan
dan kebahagiaan masing-masing.





Tom kemudian mendedikasikan dirinya
untuk kembali belajar
arsitektur

sebagaimana minat awalnya
, dan mulai melamar ke berbagai perusahaan. Pada Rabu 23 Mei, dalam sebuah persiapan wawancara
kerja, Tom bertemu dengan seorang
perempuan yang bernama
"Autumn", dan sepertinya kisah baru dan hari
baru akan dijalani Tom.
Akhirnya ada kekuatan bukan
kosmik untuk sesuatu yang terjadi bagi entitas kehidupan dunia, bahwa tidak ada
yang namanya keajaiban dan tidak ada yang namanya takdir yang ada hanya
“kebetulan”. Entah ini menjadi sebuah kesimpulan!





Film yang keluar dari pakem klise film romantisme menawarkan kisah yang berbeda, sehingga mengapa film ini di beri tagline “this is not a love story, this is a story
about love
”, termuat dengan
dialog emosional tentang cinta, yang terkadang juga kocak, sehingga film ini menuai begitu banyak kritik pujian dengan prestasi dan penghargaan yang menempatkannya sebagai film terbaik. Film ini dapat di download di
sini
dengan subtitle-nya di
sini.
(*)





Kupang, 14 Juli 2013


©daonlontar.blogspot.com




Komentar